Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Astronom Temukan Galaksi Baru di 2019

Sebagian besar ilmuwan tidak percaya Yeti berbulu itu nyata. Tapi, para astronom saat ini percaya bersama sejenis cosmic Yeti galaksi yang berasal berasal dari alam semesta awal.

Astronom Temukan Galaksi Baru di 2019

University of Arizona baru-baru ini mengeluarkan lebih dari satu kata-kata untuk melukiskan galaksi yaitu monster, beast, ghostly. “Layaknya cosmic Yeti, komunitas ilmiah umumnya beranggap galaksi-galaksi sebagai cerita rakyat, mengingat kurangnya bukti keberadaan mereka,” kata University of Arizona yang dikutip berasal dari Cnet, Kamis (24/10/2019).

Astronom University of Arizona Christina Williams memandang galaksi kuno sebagai gumpalan samar dalam pengamatan berasal dari Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chili. Dia menduga galaksi bisa saja terlalu jauh dan disembunyikan oleh awan debu.

Sebuah animasi menunjukkan penampakan galaksi kuno, lengkap bersama awan gas yang menyala akibat akivitas pembentukan bintang.

“Kami mendapatkan galaksi sesungguhnya adalah monster bersama bintang sebanyak Bima Sakti, namun penuh aktivitas, membentuk bintang-bintang baru bersama kecepatan 100 kali lipat berasal dari galaksi kami sendiri,” kata astronom dan teman penulis studi Ivo Labbe bersama Swinburne University of Technology di Australia.

Tim yang dipimpin oleh William menerbitkan temuannya pada Selasa selanjutnya di The Astrophysical Journal. Tim sains memperkirakan sinyal yang keluar oleh ALMA memerlukan sementara 12,5 miliar th. untuk meraih manusia di Bumi.

ALMA dioperasikan oleh European Southern Observatory dan sedang dalam misi untuk mempelajari asal usul galaksi, bintang, dan planet. Pengamatan galaksi masif ini menunjang ilmuwan mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana galaksi besar terbentuk pada masa awal alam semesta.

Williams melukiskan galaksi tersembunyi ini sebagai mata rantai yang hilang. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah Yeti misterius ini sesungguhnya hanya satu berasal dari sekumpulan lainnya.

“James Webb Space Telescope (JWST) mampu memandang melalui debu supaya kami mampu studi seberapa besar galaksi ini sesungguhnya dan seberapa cepat mereka tumbuh, untuk lebih mengetahui mengapa jenis gagal mejelaskannya,” kata Williams.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *