Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Bahaya Polusi Terhadap Kejiwaan Manusia

Kita tahu bahwa kandungan polusi udara punya pengaruh yang mencemaskan terhadap tubuh kita, mulai berasal dari membahayakan paru-paru dan jantung, hingga risiko keguguran terhadap perempuan hamil.

Namun, memang tidak cuma kesegaran fisik yang terpengaruh. Beberapa penelitian tunjukkan bahwa polusi udara membawa dampak persoalan kejiwaan terhadap anak-anak, menyebabkan persoalan psikotik, hingga masalah bipolar.

Kini, simak dan meta-analisis paling baru juga tunjukkan bahwa polusi udara berdampak terhadap kesegaran mental kita–menyatakan bahwa itu mampu menyebabkan ‘kerugian besar’.

Dipublikasikan terhadap jurnal Enviromental Health Perspectives, tim peneliti berasal dari University College London (UCL) dan King’s College London, menguji knowledge berasal dari 16 negara, melacak bukti pertalian pada polusi udara bersama dengan lima persoalan mental: seperti depresi, kecemasan, bipolar, psikosis, dan permohonan bunuh diri.

Berdasarkan anjuran World Health Organization, orang-orang harusnya tidak boleh terpapar polusi udara lebih berasal dari 10μg/m3 partikel debu halus. Namun, bagaimana pun juga, di kota-kota padat seperti New York, London, Delhi, dan Beijing, warganya menghirup polusi di atas batas aman.

Dalam sebuah studi terbaru, tim peneliti menemukan bahwa kenaikan partikel debu halus (PM 2.5) sebanyak 10μg/m3 dalam waktu panjang mampu menaikkan risiko depresi hingga 10%.

Di Delhi, PM2.5-nya telah capai 114μg/m3, berpotensi membawa dampak jutaan orang mengidap depresi. Dan di London, rata-rata warganya terpapar 12.8μg/m3 partikel debu halus.

Para peneliti yakin, risiko depresi mampu turun 2,5% jikalau level pencemaran juga alami penurunan sebanyak 10μg/m3.

Baca Juga: Busa Putih Beracun Mencemari Pantai di India, Apa Bahayanya?

Mereka menyebutkan bahwa penemuannya tidak selalu tunjukkan pertalian karena akibat pada polusi udara dan persoalan kesegaran mental. Meski begitu, tidak mampu dipungkiri bahwa ada semacam pertalian pada keduanya.

“Walau kami tidak mampu menyebutkan ada sebab-akibat, namun bukti tunjukkan polusi udara menaikkan risiko kesegaran mental,” kata Dr Joseph Hayes, peneliti senior berasal dari UCL.

“Yang pasti, kurangi polusi udara mampu mengimbuhkan kegunaan bagi kesegaran mental kami dalam banyak cara. Tanpa pencemaran, kami mampu berjalan kaki atau bersepeda tanpa hambatan. Dengan kata lain, menanggulangi polusi udara serupa bersama dengan mempromosikan bergerak aktif dan mengfungsikan area terbuka hijau,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *