Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Bintang Raksasa di Langit Meledak

Bintang Raksasa di Langit Meledak – Para ilmuwan bingung dengan tingkah laku tidak benar satu bintang yang dulunya paling terang di langit. Bintang raksasa merah itu – disebut Betelgeuse (bey-tel-juice) – udah meredup dengan cepat sejak Oktober, sebagaimana dilaporkan CNN akhir pekan ini.

Bintang Raksasa di Langit Meledak

Bintang ini dulunya adalah objek paling terang kesembilan yang sanggup dicermati berasal dari Bumi, tapi sekarang dua kali lebih redup berasal dari biasanya. Ilmuwan yakin fenomena itu sanggup menjadi awal ledakannya, yang mengubah bintang itu menjadi supernova.

Tapi tak seorang pun sanggup menebak kapan itu akan terjadi. Beberapa ilmuwan yakin itu tetap sanggup lebih berasal dari 2.000 tahun lagi. Kapan pun itu terjadi, itu akan menjadi pertunjukan spektakuler di langit, tapi tidak akan menyebabkan bahaya bagi kehidupan di Bumi.

Namun, beberapa ilmuwan yakin peredupan itu hanya fase – dan tidak tersedia supernova dalam pembuatannya.

Betelgeuse adalah tidak benar satu bintang paling terang yang terlihat di langit malam, membentuk bahu kokoh berasal dari rasi bintang Orion. Betelgeuse adalah raksasa merah yang amat masif agar jikalau ia duduk di pusat tata surya kita sendiri, ia akan dengan mudah mengonsumsi Bumi — dengan dengan Merkurius, Venus, Mars, dan barangkali apalagi Jupiter.

Ukuran dan kecemerlangannya di langit malam terlalu mungkin kita untuk mempelajarinya walau memadai jauh (mungkin kira-kira 600 tahun cahaya, menurut perkiraan tertinggi, walau barangkali mendekati 400 tahun cahaya).

Karena Betelgeuse begitu semarak dan mudah dikenali, pengamat udah mencatatnya sejak zaman astronomi. Jadi kita jelas banyak tentang itu, juga tetap muda (kurang berasal dari 10 juta tahun, dibandingkan dengan matahari kita sendiri yang 4,6 miliar tahun lebih).

Juga diketahui bahwa raksasa merah sebesar Betelgeuse membakar bahan bakar yang tersedia dengan cepat, yang mengakibatkan hidup mereka singkat.

Beberapa bintang yang beberapa kali lebih masif daripada matahari kita sanggup mati dengan jatuh di bawah beratnya sendiri. Begitu mereka kehabisan helium dan hidrogen sebagai bahan bakar, mereka jadi membangun elemen yang lebih berat di inti mereka, mengakibatkan mereka meledak dan tumbuh semakin panas dan padat.

Pada akhirnya, reaksi itu memaksa bintang untuk mengeluarkan susunan luarnya ke luar angkasa. Ketika Betelgeuse akhirnya meledak, beberapa memperkirakan itu akan amat terang sampai terlihat layaknya bulan ke-2 di langit malam.

Betelgeuse udah menggunakan beberapa minggu terakhir “pingsan” atau semakin redup. Ini pada dasarnya tidak biasa atau mengkhawatirkan. Bintang diketahui berdenyut dengan kecerahan yang bervariasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *