Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

 

Kamu tentu senang memandang pemandangan Mentari terbenam, dengan corak oranye kemerahan yang lama- lama karam di balik cakrawala. Tetapi apakah Kamu ketahui, corak Mentari terbenam di planet lain tidak semacam itu. Corak yang diperoleh Mentari dikala karam tergantung pada suasana planet tiap- tiap. Di Marikh misalnya, Mentari keluar serta karam dengan pancaran corak biru. Di Uranus, Mentari terbenam dengan nuansa corak biru mengarah biru kehijauan. Setelah itu dari Titan, salah satu satelit kepunyaan Saturnus, langit berganti dari kuning jadi oranye serta kesimpulannya cokelat dikala Mentari terbenam. Corak Mentari terbenam bukanlah beraneka ragam sebab tergantung pada suasana masing- masing planet. Dan, gimana partikel- partikel suasana itu membagi sinar Mentari. Baca pula: Rahasia Alam Sarwa: Corak Mentari Bukan Kuning tetapi Putih, Kenapa Dapat? Perihal itu dikatakan oleh Kurt Ehler, seseorang guru besar matematika di Truckee Community College di Nevada, AS. Beliau merupakan pengarang harian Applied Optics yang mangulas kenapa Mentari terbenam di Marikh bercorak biru.“ Nyaris seluruh orang tentu beranggapan corak Mentari terbenam di planet lain serupa dengan yang mereka amati di Dunia. Tetapi tidak sedemikian itu faktanya,” tutur Ehler semacam diambil dari Live Science, Minggu( 5 atau 7 atau 2020). Coretan mentari Amati Gambar Coretan mentari( NASA atau SDO( AIA)) Suasana pada Dunia misalnya, dibuat dari molekul- molekul gas dengan kebanyakan nitrogen serta zat asam. Perihal ini membuat elemen cahaya Mentari lebih gampang dipecahkan, dan dipantulkan ke bermacam arah. Corak biru serta ungu diperoleh bila jauh gelombang itu pendek. Sedangkan, corak merah diperoleh bila gelombang cahayanya jauh. Baca pula: Semacam Apa Mentari Terbenam di Planet Lain? Ini Imitasi NASA Tipe- tipe penyebaran ini diucap dengan Rayleigh Scattering. Hasilnya merupakan kita memandang langit yang bercorak biru pada dikala siang hari. Tetapi kala beranjak malam serta jarak Mentari terus menjadi menghindar, gelombang sinar jadi lebih jauh alhasil corak kemerahan juga terwujud. Ehler berkata seluruh planet dengan suasana dari gas mempunyai kecondongan yang serupa. Uranus misalnya, mempunyai suasana gas kombinasi dari hidrogen, helium, serta metana. Pada siang hari, sinar Mentari nampak kebiruan sedangkan pada malam hari berganti jadi kemerahan.

 

Tetapi bila suasana suatu planet bukan terdiri dari gas, lain lagi corak Mentari dikala terbenam. Kejadian sunset biru di Marikh misalnya.“ Perihal ini sebab atmosfernya dipadati elemen abu,” tutur Ehler. Baca pula: Kejadian Langit Juli 2020: Mentari di Atas Kabah sampai Bintang berasap Neowise Pada riset tahun 2014 bersumber pada gambar Mentari terbenam dari rover Antusiasme, Ehler serta para koleganya menciptakan kalau elemen abu mengucurkan cahaya Mentari dengan metode berlainan dengan elemen gas. Anasir gas, semacam yang terdapat pada suasana Dunia, mengucurkan sinar ke bermacam arah. Tetapi elemen abu cuma mengucurkan sinar pada satu arah. Setelah itu, elemen abu mengucurkan corak merah dengan ujung yang lebih besar dibandingkan biru. Oleh sebab sinar biru tidak terhambur besar, rupanya jadi terfokus pada satu titik.“ Sinar biru 6 kali lebih intens konsentrasinya dibandingkan sinar merah,” imbuh Ehler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *