Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Faktor yang Menentukan Cuaca

Faktor yang Menentukan Cuaca

Ilmu Pengetahuan Alam – Faktor yang Menentukan Cuaca

Faktor yang Menentukan Cuaca – Menurut artikel ilmu ilmu alam, cuaca sesungguhnya sulit ditebak. Kadang prakiraan cuaca mengatakan bahwa akan hujan, tetapi kenyataannya tidak. Demikian termasuk sebaliknya. Namun, artikel ilmu ilmu alam dapat beri tambahan anda informasi mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat memilih atau mempengaruhi cuaca.

Apa saja segi penentu cuaca berdasarkan artikel ilmu pengatahuan ini? Berikut adalah ulasannya.

Suhu udara. Sesuai dengan yang terkandung dalam artikel ilmu ilmu alam, suhu udara adalah panas dinginnya udara. Sedangkan panas dinginnya udara ditentukan oleh matahari. Untuk memahami berapa derajat panas/ dinginnya suatu daerah dapat diukur dengan termometer.

Angin. Sesuai dengan yang terkandung dalam artikel ilmu ilmu alam, angin adalah udara yang bergerak. Angin bertiup berasal dari daerah yang bersuhu rendah ke suhu yang lebih tinggi. Jika hendak memahami arah hembusan angin, dapat dengan menyaksikan pohon-pohon.

Awan. Udara bergerak ke segala arah, kala udara naik, uap-uap air terbawa ke angkasa. Di angkasa suhu udara terlampau dingin, membuat uap-uap tersebut berubah jadi embun. Embun dengan kuantitas banyak membentuk awan-awan putih yang biasa kita menyaksikan di langit. Menurutartikel ilmu ilmu alam, awan ini pun dapat jadi salah satu faktorpenentu cuaca.

Curah hujan. Awan yang mempunyai kandungan butiran-butiran air yang berlebihan, akan mengubah warna awan tidak putih lagi, awan putih akan berubah jadi hitam keabu-abuan. Bila butiran-butiran ini sudah terlampau banyak maka akan membuat turun hujan.

Artikel Ilmu Pengetahuan Alam – Cuaca Berdasarkan Keadaan Langit

Masih membahas artikel ilmu ilmu mengenai cuaca. kali ini, penulis akan mengajak Anda untuk memahami cuaca berdasarkan suasana langit, dalam perihal ini awan. Sesuai denganartikel ilmu ilmu alam, jika diamati berdasarkan bentuknya, awan di langit dapat dikelompokkan jadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Awan Cirrus dalam Artikel Ilmu Pengatahulam

Awan ini berwarna putih, terletak paling jauh/ tinggi. Pada pagi hari awan inilah yang pertama kali muncul. Awan ini menyerupai serat tipis dan dapat ditembus sinar matahari atau bulan dan akan membuahkan panorama yang terlampau indah, bersifat lingkaran sinar yang memutari matahari atau bulan.

Lingkaran tersebut disebut dengan makna halo. Halo adalah petanda bahwa akan mendung/ turun hujan. Satu perihal lagi, dulu ada artikel ilmu ilmu alam yang mengatakan bahwa Anda jangan mengamati halo terhadap siang hari, sebab akan berakibat rusak mata.
2. Awan Cumulus dalam Artikel Ilmu Pengetahuan Alam

Awan cumulus adalah awan yang bergumpal membentuk awan besar. Melayang terhadap langit yang lebih rendah. Jika menyaksikan awan ini imajinasi kita akan menangkap bentu-bentuk. Bila matahari bercahaya berasal dari balik awan, maka bagian pinggir awan akan bercahaya. Awan Cumulus adalah awan petanda hari akan cerah. Namun, sekiranya awan ini berwarna hitam keabu-abuan maka petanda hujan akan turun.
3. Awan Stratus dalam Artikel Ilmu Pengetahuan Alam

Menurut artikel ilmu ilmu alam, awan ini berwarna kelabu dan berada paling dekat dengan permukaan tanah, bentuknya bersifat lapisan. Awan ini adalah awan hujan, hujan yang terjadi adalah hujan gerimis. Kabut adalah style awan susunan yang menyentuh permukaan tanah.
Artikel Ilmu Pengatahuan Alam – Macam-macam Cuaca atau Musim

Artikel ilmu ilmu alam mengatakan bahwa definisi musim adalah pas spesifik yang mengenai dengan cuaca di suatu daerah dalam pas yang memadai lama. Musim di tiap negara akan tidak sama dengan negara yang lain. Indonesia miliki dua musim: musim kemarau dan musim hujan. Pergantian musim disebabkan oleh pergantian matahari yang tiap-tiap tahunnya mengalami perubahan.

Berdasarkan artikel ilmu ilmu alam dan catatan idealnya, Indonesia mengalami musim kemarau terhadap bulan April hingga oktober, sedang musim hujan jatuh terhadap bulan Oktober – April. Namun, pas ini musim yang terjadi di Indonesia sudah tidak menentu. Yang harusnya masuk musim kemarau malah hujan, atau sebaliknya.

Menurut artikel ilmu ilmu alam, ketidakmenentuan musim yang terjadi di indonesia ini disebabkan sebab pemanasan global, yaitu sebuah suasana yang membuat jadi menipisnya susunan ozon sebab ulah manusia (menebang hutan, pengaruh rumah kaca). Jika dibiarkan tetap berlarut, pemanasan global akan membahayakan bumi dan termasuk seluruh mahluk penghuninya, termasuk manusia.
a. Artikel Ilmu Pengetahuan Alam – Musim Panas

Artikel ilmu ilmu alam sudah mengatakan bagaimana musim panas terjadi. Ketika musim panas matahari terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, maka bumi yang berada disebelah utara akan panas jika dibandingkan dengan selatan.

Menurut artikel ilmu ilmu alam, musim panas miliki sejumlah keuntungan, seperti pebisnis sentra mengolah pangan dapat membuahkan banyak produk, umpama pebisnis keripik pisang, kerupuk, dan makanan lain yang memerlukan proses pengeringan.

Namun, masih menurut artikel ilmu ilmu alam, musim panas atau kemarau akan mendatangkan tak cuma keuntungan, tetapi termasuk kerugian, di antaranya:

Persediaan air berkurang sebab banyak sungai yang kering
Sering terjadinya kebakaran hutan dan kebakaran dipemukiman padat penduduk
Tumbuh-tumbuhan, hewan banyak yang layu, mati

Artikel Ilmu Pengetahuan Alam – Musim Hujan

Artikel ilmu ilmu alam mengatakan bahwa musim hujan terjadi kala matahari terletak di sebelah selatan garis khatulistiwa, ini membuat tekanan udara di bagian selatan lebih rendah dibandingkan dengan utara. Sehingga angin bergerak berasal dari utara menuju selatan.

Manurut artikel ilmu ilmu alam, musim hujan miliki banyak faedah bagi kehidupan. Namun tentunya, di samping miliki manfaat, musim hujan termasuk miliki sejumlah kerugian. Menurut artikel ilmu ilmu alam, lebih dari satu kerugian yang sering dialami terhadap musim hujan, di antaranya sebagai berikut.

Jika hujan tetap menerus dapat membuat gagal panen
Dari kegagalan panen membuat harga sayur, sayuran, beras mengalami kenaikan
Hujan yang besar dan tetap menerus, tidak menutup bisa saja terjadi banjir

Namun, kerugian musim hujan dan kemarau bukan cuma diakibatkan oleh musim itu sendiri. Kerugian dapat sebab ulah manusia yang tidak melindungi alam. Penebangan hutan, pemanasan global membuat bumi jadi panas. Kurang kesadaran masyarakat akan menghilangkan sampah terhadap tempatnya membuat mampetnya saluran-saluran air oleh sampah supaya membuat banjir.

Sebenarnya, artikel ilmu ilmu alam termasuk mencatat bahwa masih ada musim lain yang terjadi di dunia. Ya, lebih dari satu wilayah di dunia ada termasuk yang mengalami musim dingin dan musim semi. Musim dingin terjadi di kisaran Desember hingga Februari dan musim semi terjadi berasal dari rentang Maret-Mei.

Nah, bagi Anda yang hendak berlibur ke negara yang miliki 4 musim, sebaiknya mencermati betul rentang musim tiap bulannya supaya wisata Anda dapat lebih maksimal. Untuk mengatahui rentang pas tiap musim, Anda dapat mengetahuinya lewat artikel ilmu ilmu alam seperti ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *