Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Pengertian Bintang Menurut Para Ahli dan Ciri Cirinya

Kehidupan bintang diawali bersama dengan keruntuhan gravitasi dari gas nebula yang terbentuk dari bahan utama yang terdiri dari hidrogen, bersama dengan bersama dengan helium dan sejumlah elemen yang lebih berat. Ketika inti bintang lumayan padat, hidrogen diubah jadi helium lewat fusi nuklir, melewatkan energi di dalam proses tersebut. Sisa interior bintang mempunyai energi mencegah dari dari inti lewat paduan proses perpindahan panas radiasi dan konvektif. Tekanan internal bintang mencegahnya jatuh lebih jauh di bawah gravitasinya sendiri. Sebuah bintang bersama dengan massa lebih besar dari 0,4 kali Matahari bakal berekspansi jadi raksasa merah kala bahan bakar hidrogen di intinya habis.

Pengertian Bintang Menurut Para Ahli dan Ciri Cirinya

Dalam lebih dari satu kasus, itu bakal mencampurkan elemen yang lebih berat di inti atau di kulit kurang lebih inti. Saat bintang mengembang, ia melemparkan lebih dari satu dari massanya, diperkaya bersama dengan unsur-unsur yang lebih berat, ke di dalam pengertian lingkungan antarbintang, untuk lantas didaur lagi sebagai bintang baru. Sementara itu, inti jadi sisa-sisa bintang: katai putih, bintang neutron,Bursa Taruhan atau kalau lumayan besar, lubang hitam. Untuk memperjelas pemahaman kami tentang bintang, artikel ini bakal membahas tentang pengertian, macam-macam, ciri-ciri, dan perumpamaan rasi bintang.

Bintang

Bintang bisa amat begitu banyak ragam di dalam hal usia, ukuran, luminositas, dan warna. Diperkirakan ada 100 miliar galaksi di alam semesta, masing-masing kemungkinan mempunyai kandungan 100 miliar bintang. Sebuah bintang adalah bola gas angkasa yang disatukan oleh gravitasinya sendiri. Seperti yang bisa kami bayangkan, seluruh bintang itu tidak identik.

Usia bintang berkisar dari yang nyaris setua alam semesta itu sendiri sampai yang dilahirkan tiap tiap hari. Seiring bertambahnya usia, mereka lewat banyak perubahan di dalam ukuran dan warna yang diketahui. Bintang kecil disebut kerdil, dan bintang besar disebut raksasa. Warna bintang tergantung langsung terhadap suhunya. Bintang yang lebih panas berwarna putih dan biru, dan bintang yang lebih dingin berwarna oranye dan merah. Bintang kuning, layaknya matahari kita, punya suhu rata-rata.

Sebuah bintang lahir dari awan gas dan debu yang disebut nebula. Ketika nebula makin tambah massa, kemampuan gravitasinya terbentuk. Ketika mereka lumayan kuat untuk mengakibatkan anggota di dalam awan memanas, ia jadi protobintang.

Akhirnya, peristiwa spesifik berjalan kala inti memanas untuk mengakibatkan fusi nuklir hidrogen jadi helium. Ketika fusi terjadi, sebuah bintang lahir. Terkadang, lebih dari satu bintang lahir dari nebula yang pecah dan menciptakan proses biner. Mayoritas bintang adalah anggota dari proses bintang dua atau tiga (tidak layaknya definisi matahari kita, yang merupakan bintang tunggal yang sepi).

Pengertian Bintang

Bintang adalah bola plasma besar yang memancarkan cahaya ke seluruh alam semesta. Sementara hanya ada satu bintang di tata surya kita, ada miliaran bintang di seluruh galaksi kami dan secara eksponensial lebih banyak di miliaran galaksi di alam semesta.

Bintang ialah benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri. Menurut pengetahuan astronomi, bintang didefinisikan seabagai seluruh benda massif (bermassa antara 0,08 sampai 200 kali massa matahari) yang sedang atau dulu lakukan pembangkitan energi lewat fusi nuklir

Pengertian Bintang Menurut Para Ahli
Adapun definisi bintang menurut para ahli, antara lain:

Sky plus telescope
Bintang adalah bola gas bercahaya, lebih dari satu besar terdiri atas hidrogen dan helium, disatukan oleh gravitasinya sendiri. Reaksi fusi nuklir terhadap intinya menolong bintang melawan gravitasi dan menghasilkan foton dan panas, dan juga sejumlah kecil elemen yang lebih berat. Matahari adalah bintang paling dekat bersama dengan Bumi.

Menurut teori pembentukan bintang saat ini, bintang dilahirkan sebagai gumpalan di di dalam awan gas raksasa yang runtuh. Bahan awan memanas saat jatuh ke di dalam di bawah kemampuan gravitasinya sendiri.

Ketika gas mencapai kurang lebih 10 juta K (18 juta ° F), inti hidrogen menjadi menyatu jadi inti helium, dan bintang berikut terbentuk. Energi dari fusi nuklir memancar keluar dari pusat bintang yang sedang berkembang, dan secara bertahap menghentikan keruntuhan awan gas.

Space
Bintang adalah bola plasma raksasa dan bercahaya. Terdapat miliaran dari mereka – juga matahari kami sendiri di Galaksi Bima Sakti, dan ada pula miliaran galaksi di alam semesta. Sejauh ini, kami sudah belajar bahwa ratusan juga punya ciri planet yang mengorbit mereka.

Wikipedia
Sebuah bintang adalah model objek astronomi yang terdiri dari sebuah spheroid plasma bersinar yang disatukan oleh gravitasinya sendiri. Bintang paling dekat ke Bumi adalah Matahari. Banyak bintang lain keluar bersama dengan mata telanjang dari permukaan Bumi terhadap malam hari, keluar sebagai banyak titik bersinar di langit karena jaraknya yang amat jauh dari Bumi.

Secara historis, bintang-bintang yang paling menonjol dikelompokkan jadi rasi bintang dan asterisme, yang paling terang memperoleh nama yang tepat. Para astronom sudah menyusun katalog bintang yang mengidentifikasi bintang-bintang yang diketahui dan menambahkan penunjukan bintang yang terstandarisasi.

Namun, lebih dari satu besar bintang di Semesta, juga seluruh bintang di luar galaksi kita, Bimasakti, tidak keluar oleh mata telanjang dari Bumi. Memang, lebih dari satu besar tidak keluar dari Bumi lebih-lebih lewat teleskop yang paling kuat.

Macam Bintang
Berikut ini bermacam macam model bintang, antara lain:

Berdasarkan ukuran bintang
Ukuran bisa jadi salah satu hal yang membedakan jenis-jenis bintang. Selain itu, model bintang juga bisa dibedakan dari kemiripan lapisan garis spektrumnya. Adapun bermacam model bintang berikut yaitu sebagai berikut:

Giant star/bintang raksasa

Giant Star atau bintang raksasa mempunyai luminositas atau intensitas cahaya (energi yang dipancarkan oleh bintang per detik) mencapai 1.000 kali luminositas matahari dan bisa 200 kali lebih besar. Contoh bintang yang juga ke di dalam Giant Star yaitu Aldebaran, atau Alpha Tauri, yang merupakan bintang tercerah di konstelasi Taurus.

Supergiant star atau bintang yang super raksasa

Sejauh ini, bintang terbesar yang dulu ditemukan mempunyai luminositas 10 juta kali luminositas matahari. Jika matahari mempunyai ukuran sampai sebesar itu maka tidak ada planet karena kemungkinan sudah tenggelam dan bintang ini ukurannya lebih besar lagi dari itu. Contoh dari model bintang yaitu Betelgeuse (Alpha Ori), Rigel (Beta Ori) dan Mu Cephei.

Dwarf atau bintang katai atau cebol

Jenis bintang ini ukurannya jauh lebih besar daripada planet Bumi, tapi amat kecil kalau dibandingkan bersama dengan kedua bintang diatas. Matahari yang merupakan pusat tata surya kami juga ke di dalam bintang model ini. Selama masa hidupnya, bintang lewat banyak fase. Tatkala ukuran bintang mirip bersama dengan massanya, fase berikut disebut fase Dwarf.

Dwarf coklat atau brown dwarf adalah bintang yang gagal karena tidak lumayan panas untuk bisa jadi bintang yang normal. Dwarf putih atau White Dwarf adalah bintang yang perlahan- lahan mati dan menghabiskan bahan bakarnya.

Meskipun namanya white atau putih, tapi bintang ini beralih dari warna putih atau white ke warna merah dan terhadap selanjutnya bintang ini mati dan beralih jadi warna hitam jadi black dwarf yaitu bintang mati yang tidak punya luminositas.

Bintang neutron

Bintang yang mempunyai massa dua kali dari matahari, sehabis meledak jadi supernova lantas bakal jadi bintang neutron. Bintang neutron berikut bakal meledak dan juga menghancurkan atom- atomnya, dan juga menyatukan proton dan elektron sehingga hanya bakal menyisakan neutron hasil fusi tersebut.

Hal itu juga yang mengakibatkan bintang neutron mempunyai susunan yang amat padat atau mampat. Bintang neutron yang mempunyai garis sedang atau diameter kurang lebih 30 km mempunyai massa yang nyaris mirip bersama dengan matahari.

Sehingga, kalau berhasil memindahkan materi sebanyak satu sendok dari bintang neutron ini ke Bumi, maka materi itu bisa jadi seberat gunung. Bintang neutron bisa berputar bersama dengan kecepatan yang amat tinggi, bisa jadi puluhan atau ratusan kali per detik.

Pulsar

Bintang Pulsar atau pulsating star adalah bintang neutron yang bisa memancarkan getaran radiasi yang sifatnya tertata (biasanya adalah gelombang radio dari kutub magnetiknya. Contoh bintang pulsar yaitu PSR+121, yang merupakan sebuah pulsar radio. Pulsar ini adalah bintang neutron pertama yang diketahui sebagai pulsar. Selain gelombang radio, radiasi lain yang dipancarkan oleh pulsar ini adalah cahaya X dan cahaya Gamma.

Magnetar

Magnetar adalah salah satu model dari bintang neutron. Bintang magnetar ini merupakan bintang neutron yang mempunyai medan magnet yang jauh lebih kuat daripada bintang neutron.

Berdasarkan Spektrum dan Temperaturnya
Berdasarkan spektrum dan temperaturnya, bintang bisa dibagi jadi tujuh golongan atau tipe. Berdasarkan kategori berikut dikenal pula pengklasifikasian bintang menurut Angelo Secchi tahun 1863. Jenis-jenis bintang berikut diantaranya yaitu:

Tipe O, adalah bintang yang paling biru, mempunyai temperatur kurang lebih 40.000-29.000 derajat Celcius
Tipe B, adalah bintang yang mempunyai temperatur kurang lebih 28.000-9.700 derajat Celcius
Tipe A, adalah bintang yang mempunyai temperatur kurang lebih 9.600-7.200 derajat Celcius
Tipe F, adalah bintang yang mempunyai temperatur kurang lebih 7.100-5.800 derajat Celcius
Tipe G, adalah bintang yang mempunyai temperatur kurang lebih 5.700-4.700 derajat Celcius
Tipe K, adalah bintang yang mempunyai temperatur kurang lebih 4.600-3.300 derajat Celcius
Tipe M, adalah bintang yang paling merah, yang mempunyai temperatur 3.200- 2.100 derajat Celcius.
Ciri-Ciri Bintang
Bintang bisa didefinisikan oleh lima karakteristik basic yang terdiri atas kecerahan, warna, suhu permukaan, ukuran dan massa.

Kecerahan

Dua karakteristik yang memilih kecerahan yaitu luminositas dan besarnya. Luminositas adalah jumlah cahaya yang dipancarkan bintang. Ukuran bintang dan suhu permukaannya memilih luminositasnya. Magnitudo bintang yang keluar jelas adalah kecerahannya, yang memperhitungkan ukuran dan jarak, sedangkan magnitudo absolut adalah kecerahan sesungguhnya lepas dari jaraknya dari pengertian bumi.

Warna

Warna bintang tergantung terhadap suhu permukaannya. Bintang yang lebih dingin cenderung berwarna lebih merah, sedangkan bintang yang lebih panas punya penampilan yang lebih biru. Bintang-bintang di rentang sedang berwarna putih atau kuning, layaknya matahari kita. Bintang juga bisa mencampurkan warna, layaknya bintang merah-oranye atau bintang biru-putih.

Suhu permukaan

Astronom mengukur suhu bintang terhadap skala Kelvin. Nol derajat terhadap skala Kelvin secara teori mutlak mirip dengan-273,15 derajat Celcius. Bintang paling keren dan paling merah kurang lebih 2.500 K, sedangkan bintang terpanas bisa mencapai 50.000 K. Matahari kami kurang lebih 5.500 K.

Ukuran

Para astronom mengukur ukuran bintang spesifik berdasarkan radius matahari kita. Jadi, sebuah bintang yang punya 1 jari-jari matahari bakal punya ukuran yang mirip bersama dengan matahari kita. Bintang Rigel, yang jauh lebih besar dari matahari kita, berukuran 78 jari-jari matahari. Ukuran bintang, bersama dengan bersama dengan suhu permukaannya, bakal memilih luminositasnya.

Massa

Massa bintang juga diukur dari matahari kami sendiri, bersama dengan 1 mirip bersama dengan ukuran matahari kita. Misalnya, Rigel, yang jauh lebih besar dari matahari kita, punya massa 3,5 massa matahari. Dua bintang bersama dengan ukuran yang mirip kemungkinan belum pasti punya massa yang sama, karena bintang bisa amat begitu banyak ragam di dalam kepadatan.

Contoh Rasi Bintang
Berikut ini perumpamaan rasi bintang, antara lain:

Sebuah bintang terhadap Konstelasi Ursa Mayor, yang disebut α Ursa Mayoris(Alpha Ursa Mayoris) atau paling terang terhadap konstelasi tersebut.
Sebuah bintang terhadap Konstelasi Ursa Mayor, yang disebut β Ursa Mayoris(Beta Ursa Mayoris) atau terang kedua terhadap konstelasi tersebut.
Sebuah bintang terhadap Konstelasi Draco I, yang disebut α Draconis(Alpha Draconis) atau paling terang terhadap konstelasi tersebut.
Sebuah bintang terhadap Konstelasi Draco II, yang disebut β Draconis(Beta Draconis) atau terang kedua terhadap konstelasi tersebut.
Sebuah bintang terhadap Konstelasi Draco III, yang disebut γ Draconis(Gamma Draconis) atau terang ketiga terhadap konstelasi tersebut.
Nah, itulah tadi ya artikel lengkapnya yang membahas tentang pengertian bintang menurut para ahli, macam-macam, ciri-ciri, dan perumpamaan rasi bintang. Semoga kehadiran tulisan ini menambahkan wawasan dan juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian, trimakasih.

S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *