Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Pengrtian Tentang Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen berwujud merusak dan membuang kulit bumi, lebih-lebih pada bagian-bagian yang tinggi, tapi sebaliknya tenaga eksogen mengisi bagian-bagian yang rendah.

Pengrtian Tentang Tenaga Eksogen

Faktor yang berperan sebagai tenaga eksogen adalah air, angin, organisme, cahaya matahari, dan es. Tenaga eksogen bisa sebabkan terjadinya pelapukan (weathering), erosi, denudasi, tanah longsor, dan tanah menjalar (soil creep). dalam peristiwa pembentukan gunung (orogenesis), tetap diikuti terdapatnya pengikisan permukaan bumi yang disebut glyptogenesis. Dengan terdapatnya pengikisan ini sebabkan terjadinya sedimentasi yang disebut litogenesis. jadi, ketiga peristiwa tersebut tetap berlangsung berturut-turut dan berulang-ulang, hingga susuan kulit bumi (litosfer) tetap berubah-ubah. peristiwa orogenesis, glyptogenesis, dan taruhan bola litogenesis disebut siklus geologi.

A. PENGIKISAN (EROSI)
Batuan yang terkena cahaya matahari secara terus menerus tiap tiap siang hari, menjadi panas, dan di malam hari menjadi dingin, dan kadang-kadang terkena hujan. Lambat laun batuan bisa menjadi lapuk. Batuan yang lapuk sesudah itu bakal terkikis. Batuan terkikis tersebut dipindahkan ke area lain bersama dengan tenaga air, tenaga angin, dan gletser. Erosi berlangsung karena beberapa karena berikut.

1) Tenaga air
Batuan bisa hancur oleh tetesan air secara terus menerus. Air terhitung bisa mengangkut hancuran
batuan lewat alirannya. Beberapa wujud aliran yang timbul akibat erosi air, yaitu sebagai berikut.
a) Erosi percikan (splash erusion).
b) Kumpulan aliran dari erosi percikan,yaitu erosi parit (gully erosion).
c) Lebih besar dari gully erosion dan merupakan kumpulannya, yaitu erosi lembah (valley erosion).
d) Aliran paling besar akibat erosi, yaitu erosi ngarai (canyon erosion).

2) Tenaga angin
Apa yang dimaksud bersama dengan deflasi dalam ilmu geografi ?
Hembusan angin bisa sebabkan erosi pada batuan. Proses pengikisan batuan oleh
angin dinamakan deflasi. Bentuk erosi dari angin berwujud lubang-lubang hasil tiupan angin (blow holes). Bentuk sisa dari erosi angin di antaranya berwujud batu jamur (pedestal rocks) dan wujud hasil endapannya berwujud bukit-bukit pasir (sand dunes) dan endapan lebih halus dari pasir (loess).

3) Tenaga gelombang
Erosi ini berlangsung di pinggir-pinggir laut dan kebolehan gelombang air laut merupakan tenaga penggerak dari erosi gelombang. Bentuk erosi gelombang berwujud gua-gua laut dan celah-celah, dan juga lengkung laut. Bentuk sisa erosi gelombang berwujud basic pantai yang datar (platform) dan tanjung bersama dengan ujung yang curam. Hasil endapan dari erosi ini berwujud gosong pasir (bars) dan basic laut yang dangkal bersama dengan endapan kala di dalamnya (beach).

4) Tenaga gletser
Es yang meluncur di lereng pegunungan bisa sebabkan terjadinya erosi. Es meluncur menuruni pegunungan karena es mengalami pencairan. Peluncuran es diikuti oleh tanah dan batuan di lereng pegunungan. Erosi yang disebabkan oleh luncuran es itulah yang dinamakan erosi gletser. Bentuk erosi gletser berwujud ledok berundak (cirques) dan palung glasial. Bentuk sisa dari erosi ini adalah puncak bukit yang mirip tanduk (matterhorn peaks) dan jerengjereng yang kasar dan tajam (aretes). Sedangkan hasil endapan erosi gletser berwujud morena, drumlin, dan esker.

5) Tenaga makhluk hidup (organisme)
Organisme sebagai tenaga penggerak erosi. yaitu binatang atau manusia. Erosi oleh organisme ini
berupa liang-liang galian binatang (burrows), atau lubang galian pertambangan oleh manusia. Hasil endapan dari erosi organisme di antaranya berwujud karang koral (coral reef) dan sarang binatang (ant hill).

B. PELAPUKAN
Pelapukan merupakan tidak benar satu tenaga eksogen yang membuahkan wujud wajah bumi. Pelapukan merupakan peristiwa hancurnya wujud gumpalan menjadi butiran yang kecil apalagi bisa larut dalam air.

Macam-macam pelapukan sebagai berikut.
1) Pelapukan fisik
Pelapukan fisik berlangsung oleh terdapatnya tenaga panas, air mengalir, gletser, angin, dan air hujan. Pelapukan fisik berlangsung secara alami tanpa tersedia campur tangan manusia. Proses pelapukan ini benar-benar dipengaruhi keadaan alam suatu wilayah.

2) Pelapukan kimiawi
Pelapukan kimiawi berlangsung karena sistem kimiawi agar batuan menjadi lapuk.

3) Pelapukan organis atau biologis
Pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup dinamakan pelapukan biologis atau pelapukan
organis. Akar tumbuhan bisa menembus batuan hingga batuan menjadi retak dan lapuk. Semut, cacing, maupun tikus bisa merusak batuan hingga batuan menjadi lapuk. Manusia terhitung merupakan tidak benar satu aspek yang bisa sebabkan terjadinya pelapukan.

C. PENGANGKUTAN MATERIAL (MASS WASTING)
Pengangkutan material (mass wasting) berlangsung karena terdapatnya tipe gravitasi bumi agar berlangsung pengangkutan atau perpindahan material dari satu area ke area lain. Proses mass wasting berlangsung dalam empat style pergerakan material.

1) Jenis pergerakan pelan (lambat)
Rayapan merupakan wujud dari style pergerakan lambat pada sistem mass wasting. Rayapan adalah gerakan tanah dan puing batuan yang menuruni lereng secara pelan, dan kebanyakan susah untuk diamati kecuali bersama dengan pengamatan yang cermat. Rayapan terbagi menjadi beberapa jenis.
Rayapan tanah, yaitu gerakan tanah menuruni lereng.
Rayapan talus, yaitu gerakan puing batuan hasil pelapukan pada lereng curam yang menuruni lereng.
Rayapan batuan, yaitu gerakan blok-blok secara individual yang menuruni lereng.
Rayapan batuan gletser (rock glatsyer creep), yaitu gerakan lidah-lidah batuan yang tercampak menuruni lereng.
Solifluksi (solifluction), yaitu aliran pelan jaman batuan yang banyak mempunyai kandungan air menuruni lereng di d alam saluran tertentu.

2) Jenis pergerakan cepat
Jenis pergerakan ini bisa dibagi sebagai berikut.
Aliran tanah, yaitu gerakan berlempung atau berlumpur yang banyak mempunyai kandungan air menuruni beranda atau lereng perbukitan yang kemiringannya kecil.
Aliran lumpur, yaitu gerak puing batuan yang banyak mempunyai kandungan air menuruni saluran spesifik secara pelan hingga benar-benar cepat.
Gugur puing, yaitu puing-puing batuan yang meluncur di dalam saluran sempit menuruni lereng curam.

3) Longsor lahan (landslide)
Gerakan yang terhitung dalam kategori ini merupakan style yang mudah diamati, dan kebanyakan berwujud puing massa batuan. Gerakan tersebut bisa dibagi sebagai berikut.
Luncur, yaitu gerakan penggelinciran dari satu atau beberapa unit puing batuan, atau kebanyakan disertai suatu putaran ke belakang pada lereng atas di area gerakan tersebut terjadi.
Longsor puing, yaitu peluncuran puing batuan yang tidak terpadatkan, dan berlangsung cepat tanpa putaran ke belakang.
Jatuh puing, yaitu puing batuan yang jatuh nyaris bebas dari suatu permukaan yang vertikal atau menggantung.
Longsor batu, yaitu massa batuan yang secara individu meluncur atau jatuh menuruni permukaan lapisan atau sesaran.
Jatuh batu, yaitu blok-blok batuan yang jatuh secara bebas dari lereng curam.

4) Amblesan (subsidensi)

Amblesan, yaitu pergeseran area ke arah bawah tanpa permukaan bebas dan tidak menimbulkan
pergeseran horizontal. Hal ini kebanyakan berlangsung karena perpindahan material secara pelan-pelan di
daerah massa yang ambles.

Pergerakan tenaga eksogen membawa efek pada kehidupan, baik efek positif maupun negatif.

DAMPAK POSITIF
Dampak positif tenaga eksogen bagi kehidupan sebagai berikut.
Memunculkan habitat . Tenaga eksogen seperti panas matahari, benar-benar diperlukan semua makhluk hidup. Tanpa panas matahari makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup. Tenaga eksogen, seperti panas matahari, hujan, dan angin bakal mempercepat pelapukan batuan vulkanis agar bisa membentuk tanah yang subur.
Memperluas daratan.
Memunculkan barang-barang tambang ke permukaan bumi.

DAMPAK NEGATIF
Dampak negatif tenaga eksogen bagi kehidupan sebagai berikut.
Angin kencang atau badai yang bisa merusak rumah dan bangunan.
Hujan benar-benar deras bisa berakibat timbulnya banjir.
Hujan benar-benar deras sebabkan tanah longsor.
Panas matahari yang terlalu berlebih bisa menyebabkan kebakaran hutan.
Erosi tanah oleh air hujan yang terusmenerus sebabkan kesuburan tanah makin berkurang.
Abrasi (pengikisan air laut) di area pantai bakal sebabkan bangunan menjadi rusak karena dihantam oleh ombak yang terus-menerus.

Di samping efek segera sistem endogen dan eksogen, maka permukaan bumi terhitung bakal mengalami perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *