Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

penjelasan Dan Pengertian Kristalografi Beserta Sistemnya

Dalam mempelajari pengetahuan berkenaan planet bumi pasti tersedia bahasan berkenaan struktur, komposisi, histori sampai proses pembuatan bumi. Pada pengetahuan geologi, bakal banyak dipelajari berkenaan seluk beluk planet bumi lebih mendalam. Dimulai berasal dari bentuk penampakan bumi, relief permukaan bumi di daratan maupun di lautan dan lain sebagainya. Semua itu mutlak untuk diketahui, oleh karena itu mempelajari berkenaan proses pembentukan bumi bakal menambah pengetahuan berkenaan pengetahuan geologi.

penjelasan Dan Pengertian Kristalografi Beserta Sistemnya

Seperti yang kami ketahui, kalau materi basic berasal dari planet bumi adalah batuan. Batuan – batuan selanjutnya mengandung berbagai macam unsur dan mineral,Taruhan Bola sehingga tiap tiap batuan tidak punya kadar yang mirip pada batuan yang lain. Berbicara berkenaan mineral yang terkandung di batuan, tidak lengkap kalau kami tidak tahu pembawaan fisik mineral yang tersedia di tiap tiap batuan. Salah satu mineral yang terkandung di batuan membetuk kristal – kristal yang menyusun batuan. Ilmu yang memperlajari tenang gambar dan bentuk berasal dari kristal dinamakan Kristalografi, merupakan tidak benar satu cabang pengetahuan geologi

Bentuk Kristal

Terdapat lebih dari satu tahap untuk jadi sebuah batuan kristal, dan tiap tiap tahap yang terjadi pada batuan kristal bakal berpengaruh pada pembawaan – pembawaan berasal dari kristal. Tahapan itu termasuk sangat tergantung berasal dari bahan basic dan situasi lingkungan kristal itu berasal. Fase – fase atau tahapan pembentukan kristal secara umum yaitu:

Fase cair ke padat
Pada fase ini cairan yang merupakan bahan basic pembentukan kristal mengalami proses pembekukan atau pemadatan sehingga membentuk batuan kristal. Proses ini sangat terpengaruh oleh perubahan suhu lingkungan. Kristal yang berasal berasal dari bahan cair, kebanyakan terjadi di dalam skala luas, bisa jadi kerena segi alam maupun segi industri.

Fase gas ke padat (sublimasi)
Pembentukan kristal bisa bisa berasal berasal dari perubahan gas di dalam hal ini uap jadi padatan, tanpa kudu lewat tahap cair lebih-lebih dahulu. Bentuk kristal yang dihasilkan kebanyakan berukuran lebih kecil dan termasuk berbentu rangka. Kristal yang dihasilkan merupakan hasil berasal dari proses sublimasi gas – gas yang memadat akibat berasal dari perubahan lingkungan. Gas – gas ini berasal berasal dari kegiatan gunung api, sesudah itu gas – gas selanjutnya membeku karena terdapatnya perubahan suhu.

Fase padat ke padat
Proses pembentukan kristal ini kebanyakan terjadi pada agregat kristal di bawah dampak berasal dari tekanan dan termasuk temperatur. Hanya strukturnya saja yang berubah tetapi unsur – unsur kimia di dalamnya tetap. Pada proses ini batuan kristal sudah terbentuk di awalnya akibat berasal dari suhu dan tekanan, sehingga kristal selanjutnya berubah bentuk berasal dari segi unsur – unsur fisik saja.

Sistem Kristalografi

Untuk mempermudah di dalam tahu bentuk kristal, dibuatlah pengkelompokkan yang lebih sistematis. Pengkelompokkan ini berdasarkan perbandingan panjang, letak atau posisi, kuantitas dan nilai sumbu tegak. Berdasarkan pembawaan simetrinya, bentuk kristal dibagi jadi bidang simetri dan sumbu simetri. Dari bidang dan sumbu simetri tersebut, krital dikelompokkan jadi 32 kelas kristal. Pengkelompokkan ini berdasarkan kuantitas unsur simetri yang terkandung pada kristal.

Sistem Isometrik
Sistem ini dikenal bersama dengan sebutan proses kristal kubus atau kubik bersama dengan kuantitas sumbu pada kristal sebanyak 3 dan saling tegak lurus pada satu bersama dengan yang lainnya. Perbandingan ketiga sumbu punya panjang yang sama. Kerena punya panjang sumbu yang sama, sudut kristalografi yang dibuat sebesar 90o, hal ini disebabkan tiap tiap sumbu berada pada posisi tegak lurus.

Sistem isometrik dibagi jadi 5 kelas yaitu, tetaoidal, gyroida, diploida, hextetrahedral, dan hexoctahedral. Beberapa mineral yang memakai proses kristal isometrik yaitu galena, emas, flourite, pyrite, dan halite. Sistem isometrik merupakan proses yang paling simetri di dalam area 3 dimensi.

Sistem Tetragonal
Sistem kristal ini punya 3 sumbu kristal yang masing – masing sumbu saling tegak lurus. Hanya satu sumbu punya ukuran lebih panjang atau lebih pendek dibandingakan bersama dengan dua sumbu yang lain. Pada proses tetragonal dibagi jadi 7 kelas yaitu, piramid, bipiramid, bisfenoid, trapezohedral, ditetragonal piramid, skalenohedral, ditetragonal bipiramid. Contoh berasal dari mineral proses tetragonal yaitu rutil, autunite, leucite, scapolite, pyrolusite.

Sistem Hexagonal
Pada proses ini terkandung 4 sumbu kristal dimana tidak benar satu sumbu tegak lurus pada ketiga sumbu yang lain. Ketiga sumbu selanjutnya membentuk sudut 120o pada sumbu satu bersama dengan yang lainnya. Tidak hanya itu, ketiga sumbu punya panjang yang sama, sedang sumbu yang tersisa memilliki ukuran lebih panjang. Contoh berasal dari mineral pada proses hexagonal yaitu quartz, hematite, corundum, apatite, calcite.

Sistem Trigonal
Sistem ini membawa nama lain yaitu Rhombohedral, lebih dari satu pakar berpendapat kalau proses ini masuk ke di dalam proses kristal hexagonal, karena langkah penggambarannya cukup sama. Hanya saja terkandung perbedaan yaitu proses trigonal, setelah terbentuk bidang datar berupa segienam, sesudah itu dibentuk segitiga bersama dengan langkah menghubungkan dua titik sudut di mana titik selanjutnya melewati satu titik sudutnya. Sistem ini terbagi jadi 5 kelas yaitu, trigonal piramid, tigonal trapezohedral, ditrigonal piramid, ditrigonal skalenohedral dan rombohedral. Contoh berasal dari mineral proses ini yaitu cinnaber dan tourmaline.

Sistem Orthorhombik
Sistem ini termasuk dikenal bersama dengan sebutan proses Rhombis, punya 3 sumbu simetri kristal saling tegak lurus pada satu bersama dengan yang lainnya. Masing – masing sumbu membawa panjang yang berbeda. Pada proses orthorhombik dibagi jadi 3 kelas yaitu piramid, bipiramid, dan bisfenoid. Contoh berasal dari mineral ini yaitu stibnite, aragonite, chrysoberyl dan witherite.

Sistem Monoklin
Monoklin sendiri punya makna yaitu hanya terkandung satu sumbu yang miring berasal dari tiga sumbu yang ada. Selain itu, ketiga sumbu selanjutnya tidak membawa panjang yang sama. Salah satu sumbu berukuran pendek dan tidak benar satu yang lain punya ukuran yang panjang. Sistem monoklin ini terbagi jadi 3 kelas, sfenoid, doma dan prisma. Contoh mineral ini yaitu azurite, gypsum, epidot, colemanite, malachite.

Sistem Triklin
Sistem ini terkandung 3 sumbu simetri di mana pada satu sumbu bersama dengan yang lainnya tidak saling tegak lurus dan termasuk ketiga sumbu tidak punya panjang yang sama. Contoh berasal dari mineral pada proses ini yaitu albite, labradorite, kaolinite, dan anortoclase.

Sekian penjalasan berkenaan kristalografi. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *