Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Penjelasan, Pengertian Dan Ciri Ciri Erosi Beserta Penyebabnya

Seperti yang sudah Anda lihat, terhadap kesempatan kali ini kami bakal menguraikan penjelasan berkenaan makna peristiwa alam, yakni erosi. Diharapkan, dengan informasi yang kami hadirkan ini sanggup mengimbuhkan pemahaman berkenaan makna mutlak di dalam cabang ilmu geografi. Langsung saja, mari kami liat deskripsi selengkapnya di bawah ini.

Penjelasan, Pengertian Dan Ciri Ciri Erosi Beserta Penyebabnya

Mungkin bagi Anda yang sudah duduk di bangku SMP sudah tidak asing ulang mendengar kata “Erosi”. Namun tidak sedikit pula, mereka yang sudah akrab dengan kata erosi belum mengenal apa itu erosi secara ilmiah.Bandar Bola Menurut para ahli Erosi adalah suatu sistem pengikisan yang terjadi terhadap sebuah, tanah, padatan, seperti batuan, dan macam type padatan lainnya

A. Pengertian Erosi

Secara ilmiah Definisi atau Pengertian Erosi adalah sebuah peristiwa, dimana bervariasi objek bumi seperti tanah, bebatuan, dan objek objek lainnya mengalami pengikisan, baik itu disebabkan oleh air, angin, es, maupun hujan. Terjadinya pengikisan atau erosi ini termasuk tidak terlepas dari beberapa pengaruh lainnya seperti: gravitasi ataupun akibat kesibukan makhluk hidup (dalam perihal ini hewan). Untuk pengikisan atau erosi yang didominasi oleh faktor makhluk hidup (hewan) dikenal dengan makna bio-erosi.

Peristiwa erosi tidak sama dengan pelapukan fisika yang disebabkan oleh faktor cuaca. Sebab peristiwa pelapukan fisika merupakan sebuah kesibukan pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu atau iklim, bukan karena faktor air, angin, es, atau pun hujan. Bila ditinjau lebih mendalam, peristiwa erosi atau pengikisan objek objek alam adalah sebuah kesibukan alami bumi yang susah untuk dihindari. Hanya saja, erosi yang terjadi waktu ini jadi lebih parah, disebakan buruknya kesibukan manusia di dalam memproduksi ataupun memberdayakan alam bumi waktu ini, seperti : pertambangan yang tidak menyimak suasana alam, penebangan hutan tanpa diiringi reboisasi, pembangunan bervariasi infrastrukur yang tidak menyimak faktor faktor kelestarian alam dan lain lain.

Area tanah yang dipergunakan untuk membuahkan bervariasi tanaman pertanian, biasanya bakal mengalami pengikisan atau erosi yang jauh lebih gawat dibandingkan dengan tanah yang ditumbuhi vegetasi secara alami (bukan dari hasil pertanian). Oleh karenanya, kami sering mendapati bahwa dikala sebuah lahan perhutanan diubah jadi lahan pertanian, sering mengalami peristiwa erosi yang jauh lebih besar. Hal ini terjadi, karena susunan akar tanaman pertanian jauh lebih lemah di dalam mengikat tanah dibandingkan dengan susunan akar tanaman yang merupakan wilayah perhutanan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, terjadinya erosi terhadap objek objek alam pun sanggup diminimalisir, seperti penggunaan tehnik terrace-building, reboisasi yang terstruktur, atau praktik konservasi ladang.

B. Faktor Penyebab Erosi

Erosi yakni sistem pengikisan terhadap susunan tanah dan termasuk batuan yang karena oleh banyak faktor. Karena banyak faktor penyebab erosi ini, maka erosi sanggup dibedakan jadi beberapa macam jenisnya, diantaranya adalah erosi air, erosi es, erosi angin, dan erosi yang karena gelombang laut. Faktor- faktor sumber penyebab terjadinya erosi dibedakan jadi 2 macam yakni faktor alamiah dan termasuk faktor campur tangan manusia (non alami). Faktor alamiah penyebab erosi adalah faktor yang sudah ada terhadap alam atau karena perihal alam, tetapi faktor non alami terjadi karena adanya campur tangan oleh manusia. Berikut ini merupakan rincian materi penjelasan lengkap faktor faktor penyebab terjadinya erosi alamiah dan non alami..

1. Kondisi Tanah

Banyak perihal yang termasuk termasuk di dalam suasana tanah yakni menjadi dari tekstur, susunan tanah, dan banyaknya bahan organik yang terkandung di dalam tanah dan juga termasuk daya serap suatu tanah di dalam wilayah spesifik terhadap air. Tanah yang mempunyai tekstur butiran halus merupakan type tanah yang paling rawan dan sering terjadi erosi. Hal ini disebabkan tanah butiran halus tidak menetap dan juga mudah hancur waktu terkena air hujan atau aliran air. Jenis tanah dengan takaran bahan organik yang sedikit dan kedap air termasuk bakal mudah mengalami erosi. Tanah yang mempunyai truktur gumpalan ataupun membulat bakal lebih tahan dengan ancaman erosi karena sanggup menyerap air lebih banyak dan termasuk sanggup mengurangi aliran permukaan. Jenis tanah dengan kekuatan menyerap yang cukup baik dan juga punya kandungan bahan organik dengan jumlah banyak termasuk bakal lebih tahan terhadap erosi.

2. Vegetasi

Vegetasi termasuk merupakan tidak benar satu faktor penyebab terjadinya erosi. Pengertian vegetasi yakni tumbuhan atau pepohonan yang menutupi daerah tanah terhadap suatu daerah tertentu. Pohon-pohon ini bakal menghambat air hujan yang akibatnya air tidak secara segera jatuh di tanah. Selain itu pohon yang terkandung di hutan termasuk sanggup menolong tanah untuk menyerap air hujan dan juga mengurangi aliran air yang terkandung di permukaan tanah. Jika tumbuh tumbuhan khususnya pohon yang terkandung di sekitar aliran sungai ditebangi maka wilayah selanjutnya bakal lebih mudah terkena erosi tanah.

3. Air

Air jadi anggota utama dari tidak benar satu faktor penyebab erosi. Sebagai umpama air sungai merupakan aliran air yang dikatahui bergerak di dalam jumlah amat banyak. Aliran air yang satu ini bakal mengangkat partikel- partikel yang berada di tanah sehingga bakal terbawa menuju daerah dimana aliran sungai itu bermuara. Jika terhadap aliran air sungai amat kuat atau deras khususnya waktu tengah terjadi banjir bandang, maka jadi banyak tanah di sekitar sungai selanjutnya bakal mengalami erosi.

4. Topografi

Faktor penyebab erosi seterusnya merupakan topografi. Topografi terhadap suatu wilayah berpengaruh dengan jumlah tanah yang bakal terkikis karena air. Tanah yang terletak terhadap daerah lereng yang curam bakal amat peka dengan erosi. Sebuah lereng yang panjang sanggup mengakibatkan air mengalir dengan amat deras di dalam jumlah yang cukup banyak. Aliran air terhadap lereng yang panjang selanjutnya sanggup menghilangkan dan mengangkut tanah selanjutnya ke daerah yang lebih rendah. Di sisi lain, wilayah dengan topografi yang landai pastinya bakal lebih tahan terhadap erosi tanah, namun persoalan lainnya yakni daerah selanjutnya bakal mengalami ancaman bersifat genangan air.

5. Iklim

Mungkin banyak dari kami belum mengetahui bahwa iklim termasuk merupakan faktor penyebab terjadinya erosi karena terkait dengan intensitas hujan. Hujan termasuk mempunyai pengaruh cukup besar terhadap sistem terjadinya erosi tanah. Wilayah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi bakal amat rawan terjadi erosi tanah. Kebalikannya, tanah yang terkandung di wilayah dengan suasana intensitas hujan yang rendah bakal lebih safe dari erosi.

Perubahan terhadap iklim world atau yang lebih sering disebut dengan fenomena pemanasan world mengakibatkan meningkatnya suhu bumi yang berakibat mencairnya es di kutub. Karena dikala es di kutub mengalami pencairan secara penting maka sanggup mengakibatkan naiknya permukaan air laut yang bakal menggerus daratan rendah seperti terhadap daerah pantai. Fenomena ini lah yang bakal mengakibatkan terjadinya erosi di wilayah pantai.

6. Angin

Faktor alami penyebab erosi selanjutnya yakni angin. Faktor type ini cuma berlaku terhadap daerah dengan tekstur tanah yang berpasir, seandainya di wilayah gurun dan pantai. Walaupun seringkali tidak disadari, sebenarnnya angin laut sanggup mengangkat beberapa partikel- partikel tanah secara pelan dan perlahan- lahan menuju ke daerah yang lain. Erosi yang karena faktor angin ini sering disebut dengan makna deflasi. Deflasi terjadi waktu kekuatan angin amat besar untuk memindahkan partikel- partikel tanah ke daerah lainnya.

7. Gelombang Laut

Gelombang laut adalah tidak benar satu faktor alami penyebab erosi yang terkandung di pantai atau lebih dikenal dengan abrasi pantai. Gelombang air laut berpengaruh dikala ombak yang amat besar singgah dari arah laut selanjutnya menggempur pasir yang terkandung di pantai. Ketika perihal selanjutnya terjadi begitu saja, maka suasana ini sanggup mengakibatkan erosi pantai. Erosi yang disebabkan oleh gelombang laut sebenarnya sanggup dicegah dengan cara menanam pohon bakau, melestarikan terumbu karang, melestarikan hutan mangrove dan mengurangi aktifitas penambangan pasir.

8. Gletser

Erosi eksarasi merupakan type erosi yang disebabkan oleh adanya faktor gletser. Sebagaimana yang sudah diketahui, gletser merupakan es yang mencair. Tekanan yang amat besar sanggup terjadi waktu bongkahan es besar mencair. Tekanan inilah yang sanggup mengakibatkan terjadinya erosi, khususnya berdampak terhadap tiap tiap perihal yang di lewati oleh lelehan es tersebut. Karena erosi ini disebabkan oleh es yang mengalami pencairan maka erosi eksarasi cuma terjadi di wilayah yang bersalju dan juga mempunyai bukit- bukit bersifat bongkahan es.

9. Faktor Aktifitas Manusia

Penyebab terjadinya erosi termasuk sanggup karena oleh manusia, yang sering disebut dengan faktor non alami. Diketahui manusia ternyata berperan di dalam mempercepat terjadinya laju erosi. Sebelumnya yang mesti diketahui bahawa tidak seluruh kesibukan yang dijalankan oleh manusia sanggup berefek terjadi percepatan laju erosi. Hanya beberapa kesibukan manusia yang sanggup menghimpit dan mempercepat laju erosi diantaranya yakni kesibukan pertambangan dan juga ekspliotasi hutan secara berlebihan. Pertambangan yang melibatkan aktifitas pengerukan tanah bakal sanggup mengubah kontur terhadap tanah sehingga tanah bakal lebih cepat mengalami erosi.

Manusia sering memanfaatkan hutan jadi lahan pertanian untuk kepentingan ekonomi dan membangun suatu infrastruktur tanpa khususnya dulu melakukan pemikiran pengaruh terhadap suasana lingkungan kedepannya. Kondisi ini lah yang sanggup mengakibatkan laju erosi tanah bakal jadi cepat. Walaupun demikian, manusia yang diketahui sebagai makhluk tercerdas di muka bumi selayaknya termasuk sanggup berperan untuk melakukan perbaikan dan juga memelihara lingkungan daerah hidupnya. Salah satu solusi kesibukan yang sanggup menghambat terjadinya erosi yakni penghijauan atau penanaman ulang hutan yang sudah gundul dan bertanggungjawab dengan benar terhadap aktifitas yang sudah dilakukannya.

C. Macam Jenis Erosi

Erosi sederhananya disebabkan karena adanya transportasi yang terjadi terhadap air, hambusan angin, pencairan es, kesibukan atau kesibukan makhluk hidup yang memengaruhi lingkungan dan juga karena adanya pengaruh gravitasi bumi. Sebagai suatu fenomena alam yang secara alami terjadi, di dalam sudut pandang yang lain erosi alamiah merupakan sebuah sistem yang terhadap dasarnya menguntungkan. Dengan terjadinya sistem erosi ini, keseimbangan dan juga sistem alam selanjutnya mungkin sanggup terjadi lebih baik.

Sayangnya, faktor yang disebabkan tindakan manusia sanggup memperparah intensitas erosi yang akhirnya sanggup mengakibatkan pengaruh buruk bagi lingkungan. Berkurangnya degradasi lahan, menurunnya kekuatan daya serap tana terhadap air, apalagi sanggup berakibat timbulnya bencana alam yang merugikan kehidupan. Berdasarkan penyebabnya, maka erosi sanggup terbagi jadi beberapa macam jenis, pada lain yaitu:

1. Ablasi

Ablasi atau yang lebih tepatnya di dalam bhs inggris dikenal sebagai Streambank erosion merupakan pengikisan tanah oleh karena arus air, sanggup dikatakan erosi yang terjadi tepatnya tanah di daerah sekitar aliran badan air. Terjadinya fenomena Ablasi ini beberapa besar karena adanya pergerakan air yang cukup kuat. Baik cepat atau lambatnya sistem erosi type yang satu ini sanggup terbujuk oleh banyak faktor. Sebagai umpama banyaknya volume air dan termasuk type pasir yang diangkut dan juga kecepatan arus air yang mengangkut merupakan faktor penentu yang cukup signifikan. Proses pengikisan ini disebabkan oleh aliran air terhadap anggota sisi sungai ataupun di permukaan sungai yang secara tetap menerus terjadi, perihal ini sesudah itu mengakibatkan pengaruh terjadinya erosi. Contoh pengaruh yang sanggup dicermati dari fenomena ini seandainya terbentuknya jurang lembah, dan termasuk ngarai. Jika adi jabarkan maka tahapan sistem terjadinya erosi type ini sanggup dicermati melalui 4 point di bawah ini :

Erosi percik adalah suasana jatuhnya air hujan yang bakal menjadi menghilangkan permukaan tanah.
Erosi lembar terjadi waktu tanah anggota atas atau permukaan terkikis sehingga tingkat kesuburannya untuk ditanami menjadi berkurang.
Erosi rangkaian terjadi waktu kikisan tanah sebelumnya menjadi membentuk secara alami sebuah rangkaian sebagai daerah dimana mengalirnya air.
Erosi parit merupakan suasana waktu terbentuknya parit/lembah yang disebabkan oleh kikisan dari arus/aliran air secara tetap menerus.

2. Abrasi

Jenis erosi selanjutnya dikanal sebagai abrasi yang biasanya sering terjadi di daerah pesisir atau di wilayah sekitar laut. Pada erosi type ini yakni abrasi maksudnya adalah pengikisan yang terjadi karena kesibukan gelombang laut yang besar. Sumber penyebabnya termasuk sanggup karena es di kutub yang mencair sesudah itu bakal mengakibatkan air laut mengalami kenaikan volume terhadap permukaannya. Fenomen ini sesudah itu sanggup mengakibatkan daerah yang mempunyai permukaan lebih rendah sesudah itu bakal mengalami pengikisan. Sama halnya seperti ablasi, abrasi termasuk sanggup terbujuk oleh banyak faktor, tidak benar satu diantaranya yakni cepat ataupun lambatnya suatu gelombang dari air laut dan juga seberapa besar kecilnya gelombang air laut itu sendiri.

3. Eksarasi

Erosi type yang selanjutnya merupakan pengikisan yang diakibatkan oleh gerakan dari susunan es dan termasuk disebabkan karena adanya es yang mencair. Karena perihal ini lah erosi eksharasi termasuk dikenal sebagai erosi es atau gletser. Dampak dari erosi gletser yakni timbulnya bentang alam yang dikenal dengan fyord, maksudnya suatu daerah pantai yang lebih menjorok ke daerah daratan. Mencairnya es di kutub termasuk terbujuk oleh banyak aktifitas manusia yang mengakibatkan world warming.

4. Deflasi / Korosi

Erosi type ini merupakan Korosi. Pada sistem yang satu ini, erosi terjadi bersifat pengikisan yang diakibatkan khususnya oleh faktor angin. Pengikisan ini, lebih sering terjadi di daerah gurun. Aktivitas yang sanggup jadi penyebab terjadinya korosi bakal mengakibatkan pasir mengendap sesudah itu membentuk sebuah bukit pasir. Proses erosi alami ini termasuk berdampak terbentuknya bentang alam yang dikenal dengan makna loess. Contoh bentang alam ini sanggup ditemukan di wilayah Cina Utara yang merupakan suatu hasil dari Korosi Gurun Gobi.

D. Cara Mencegah Erosi dan Mengatasinya

Mengetahui beberapa pengaruh atau akibat dari erosi yang disebabkan oleh manusia berdampak buruk bagi kehidupan di lingkungan sekitar maka selanjutnya ini beberapa point mutlak cara yang efisien dan pas untuk menanggulangi erosi.

1. Reboisasi (Penghijauan)

Reboisasi yakni penanaman ulang tumbuhan dan pepohonan terhadap suatu wilayah yang sebelumnya ditebangi. Diketahui reboisasi mutlak untuk sanggup menghambat erosi dan juga kerusakan lahan dengan cara yang alami. Hal ini karena akar terhadap tanaman sanggup menolong untuk menaikkan penyerapan air yang terkandung di di dalam tanah, dan termasuk mengurangi terjadinya pengikisan tanah secara segera oleh air.

2. Terasering

Terasering yakni suatu solusi dengan membentuk teras-teras berundak terhadap suatu lahan yang miring. Tujuan dari metode terasering yakni sehingga tanah sanggup jadi lebih stabil sehingga erosi akibat air sanggup berkurang, karena air yang bakal mengalir dari lahan yang cukup tinggi tidak secara segera mengalir ke bawah yang sanggup menggerus tanah ini. Terasering termasuk berfaedah untuk mengakibatkan suatu daerah lahan pertanian tambahan di daerah pegunungan yang mempunyai suasana lahan miring, seandainya sanggup dijadikan untuk perkebunan teh.

3. Irigasi dan Pembangunan bendungan

Bendungan sanggup menghambat aliran arus air yang berlebihan dan kencang dengan menahannya. Irigasi dikatahui menolong sedia kan jalan bagi arus air sehingga tidak tidak mengakibatkan aliran selanjutnya menggerus tanah di daerah lain, dengan cara mengalirkan berlebihan air sehingga tidak terjadi genangan dan mengakibatkan erosi.

4. Hukum Tegas dan Mencegah penebangan liar

Illegal logging merupakan aktifitas ilegal penebangan pohon di hutan untuk dijual atau termasuk digunakan kepentingan bisnis lainnya. Kegiatan penebangan liar ini sanggup mengakibatkan lahan yang terbuka bakal beresiko terkikis air dan berdampak lebih buruk. Perlunya hukum yang tegas dan juga mengimbuhkan pengaruh jera bagi pelaku sehingga tidak ada yang bakal melakukan aktifitas ilegal ini kedepannya.

Beberapa point cara pencegahan erosi di atas terkecuali didijalankan amat mungkin jadi tidak benar satu solusi pengendalian erosi yang tepat. Selain usaha selanjutnya mesti termasuk mengimbuhkan edukasi bagi masyarakat berkenaan erosi sehingga sanggup turut berpartisipasi di dalam memelihara alam sekitar.

E. Dampak Erosi

Diantara pengaruh negatif dari peristiwa erosi pada lain ialah menipisnya susunan permukaan tanah anggota atas. Dan dikala susunan tanah anggota atas menjadi menipis, perihal ini bakal berdampak terhadap kualitas tanah yang termasuk bakal menurun, sesuai dengan banyaknya susunan tanah yang berkurang. Disamping menurunnya kualitas tanah akibat pengaruh dari erosi, kekuatan infiltrasi (menyerap air) tanah termasuk bakal turut menurun. Dan perihal inilah yang bakal jadi pemicu utama terjadinya kebanjiran.

Erosi seringkali mengimbuhkan pengaruh negatif terkecuali terjadi di sekitar ligkungan hidup manusia. Berikut ini beberapa pengaruh negatif akibat terjadinya erosi bagi kehidupan manusia.

Tanah jadi tandus
Profil tanah yang berubah
Perubahan terhadap susunan tanah
Daya serap tanah terhadap air menyusut sehingga sanggup berakibat menggenangnya air dan mudah mengakibatkan banjir
Tanah tinggkat kesuburan tanaman karena partikel partikel yang mutlak bagi tumbuhan hanyut terbawa oleh air yang mengakibatkan perlunya memanfaatkan pupuk sebagai cost tambahan untuk beroleh hasil tanam yang maksimal
Hasil panen menyusut karena terjadi erosi di daerah yang ditanami
Sebagai suatu sistem alamiah, erosi merupakan sistem alam yang termasuk karena oleh faktor alam itu sendiri. Macam macam type erosi yang sudah disebutkan di atas merupakan type erosi yang karena oleh adanya fenomena alam yang sering terjadi. Beberapa perihal alam seperti hembusan angin, pergerakan arus air, gelombang air laut dan juga lainnya bakal mengakibatkan sistem erosi sanggup terjadi secara natural dan mungkin sanggup mengimbuhkan pengaruh positif bagi kehidupan dan juga keseimbangan alam. Sebaliknya terhadap beberapa type erosi yang disebabkan oleh kesibukan manusia yang tidak bertanggung jawab sering mengakibatkan erosi bakal berdampak menyebabkan kerusakan dan terjadi jadi parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *