Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

Terjadi Tabrakan Dua Lubang Hitam

Terjadi Tabrakan Dua Lubang Hitam – Para ilmuwan dengan observatorium gelombang gravitasi LIGO dan EGO/Virgo sudah mendeteks tubrukan lubang hitam yang benar-benar berbeda dengan tubrukan yang sudah diamati selama empat tahun terakhir.

Semenjak peristiwa gelombang-gravitasi terdeteksi kembali pada tahun 2015, banyak merger di antara lubang hitam dengan ukuran yang hampir sama. Melainkan, tubrukan yang baru terjadi ini yaitu yang pertama kalinya menonjolkan bukti terang perihal bagian massa yang tidak sama.

Peristiwa hal yang demikian, disebut GW190412, dideteksi pada 12 April tahun lalu cuma beberapa pekan setelah LIGO melaksanakan pengamatan ketiganya, pasca istirahat pemeliharaan sejak Agustus 2017.

Gelombang gravitasi yang diwujudkan oleh tubrukan umumnya berasal pada frekuensi tunggal. Melainkan, para peneliti mendeteksi “beberapa frekuensi,” menonjolkan ketimpangan dalam massa dua benda yang bertabrakan. Lubang hitam yang delapan kali massa Sang kita menabrak lubang hitam lain dengan 30 kali massa Sang atau 3,6 kali lebih berat dari yang pertama. Kreatif mereka dipresentasikan pada pertemuan virtual American Physical Society bulan ini.

“Setiap kegiatan IDN Poker Online pengamatan Advanced LIGO dan Virgo sejauh ini sudah memberi kami wawasan baru perihal alam semesta kita dan kegiatan pengamatan ketiga tidak terkecuali,” ungkap Frank Ohme, ilmuwan LIGO dan Pemimpin Klasifikasi Penelitian di Institut Max Planck untuk Fisika Gravitasi, menyampaikannya dalam sebuah pernyataan.

“Kami sudah mendeteksi beberapa merger lubang hitam biner sebelumnya, melainkan tidak pernah satu di mana lubang hitam yang lebih besar hampir empat kali dari rekannya,” tambahnya.

Perbedaan massa itu menarik, bukan cuma sebab yang pertama kali diamati, melainkan juga sebab memungkinkan para peneliti untuk melaksanakan beberapa percobaan baru dari teori relativitas lazim Einstein.

Paralel dengan teori Einstein, diharapkan bahwa tubrukan antara benda-benda dari massa yang berbeda akan menghasilkan “Mode Orde Tinggi” dalam radiasi gravitasi, nada pada sinyal, yang memang peneliti mengamatinya.

“Massa yang tidak sama dari sumber ini menyebabkan warna sinyal utama menjadi tampak pertama kalinya. Ini memberi kami kans baru yang menarik untuk menguji prediksi penting teori Einstein perihal apa yang terjadi saat lubang hitam dengan ukuran yang tidak sama bertabrakan,” terang Anuradha Samajdar, seorang yang disebut “postdoc” di Institut Nasional Belanda untuk Fisika Subatomik dan member Kolaborasi Virgo, yang dikutip dari IFL Science.

Perbedaan antara massa juga memungkinkan untuk estimasi yang lebih akurat dari jarak lubang hitam tunggal sekarang. Kemungkinan besar 700 Megaparsec atau sekitar 2,3 miliar tahun sinar dari kita saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *