Berita Geografi Terbaru Hari Ini

Pengertian Dan Makna Geografi Secara Umum

 

Viral fenomena alam berupa awan berbentuk menyerupai huruf V dan berwarna kuning membentang di langit Wonosobo. BMKG menyebut awan itu adalah Altocumulus Lenticularis.

“Kalau dilihat dari bentuknya itu termasuk awan Altocumulus Lenticularis. Dan kalau melihat dari ketinggian dan lokasi ini termasuk jenis awan menengah,” jelas Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko saat dihubungi detikcom, Kamis (4/9/2020).

Iis menjelaskan, awan menengah biasanya berbentuk halus. Terbentuknya karena orografi atau pembentukan awan oleh angin ke atas di ketinggian menengah.

“Biasanya ini terbentuk di wilayah pegunungan. Awan ini juga sama dengan awan yang seperti topi pada puncak gunung. Beberapa waktu lalu juga sempat viral. Yang seperti itu juga Lenticularis,” jelasnya.
Awan berbentuk aneh di langit Wonosobo, Jumat (4/9/2020).Awan berbentuk aneh di langit Wonosobo, Jumat (4/9/2020).

Adapun warna kuning pada awan Altocumulus Lenticularis di langit Wonosobo pagi tadi karena pantulan cahaya matahari. Apalagi, awan tersebut muncul pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB.

“Untuk warna awan yang kuning itu pantulan cahaya matahari. Kalau tidak, warnanya biasa tidak kuning,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, fenomena alam terjadi di Wonosobo, Jawa Tengah. Awan berbentuk menyerupai huruf V dan berwarna kuning membentang di langit Wonosobo, pagi tadi.
Baca juga:
Dampingi Gibran Daftar Pilkada Solo, Selvi Cantik Berkebaya-Bermasker Brokat

Fenomena ini pun ramai di media sosial. Foto dan video awan berbentuk menyerupai huruf V salah satunya di-posting di akun Instagram @wonosobozone dan sudah ditonton lebih dari 14 ribu kali.

Adelina Damayanti, salah seorang warga Desa Mlandi Kecamatan Garung, Wonosobo sempat mengabadikan momen langka tersebut. Ia mengatakan, fenomena alam ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Fenomena alam ini terjadi tadi pagi sekitar jam 6. Saya sempat mengambil fotonya. Jadi foto yang saya ambil itu dari Desa Mlandi Kecamatan Garung,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (4/9).

Namun menurutnya, fenomena ini hanya terjadi beberapa saat. Sekitar 10 menit, awan berwarna kekuning-kuningan ini perlahan hilang dan berubah menjadi kabut.

“Setelah 10 menit sudah beda, sudah hilang dan berubah menjadi kabut. Karena setelah berubah menjadi kabut saya juga sempat mengambil fotonya,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *